“Hidup hanya sekali, buatlah berarti”
Learn and Share
“Hidup hanya sekali, buatlah berarti”. Kalimat ini sering kali terngiang di benakku akhir-akhir ini. Hidup ini begitu singkat rasanya bila hanya digunakan untuk mengejar kemauan pribadi. Keinginan untuk kaya dan memiliki segalanya hanyalah nafsu dunia yang terkadang membuat kita lupa sebenarnya apa tujuan kita di dunia ini. Tidak salah memang bagi kita untuk mengejar nafsu dunia. Tetapi terkadang bila dunia sudah kita dapati, manusia lupa bahwa itu semua hanyalah titipan yang fana.
Sebagaimana Allah mengatakan dalam firman-Nya di surah Adz-Dzariat ayat 56 yang artinya “Dan tidaklah, Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Oleh sebab itu, hendaknyalah kita menyadari bahwa apalah arti hidup ini selain untuk melaksanakan tujuan hidup kita yang utama yaitu menyembah Allah SWT. Kata menyembah disini bukan hanya menyembah Allah dalam artian melaksanakan shalat, puasa dan zakat dan sebagainya. Tetapi menurutku, menyembah dalam ayat ini memiliki pengertian yang beragam dan kompleks. Menyembah artinya kita harus mengikuti dan melaksanakan ajaran-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya. Dan ini bukan hanya soal ibadah tetapi juga termasuk aspek kehidupan lainnya.
Islam dengan segala kompleksitasnya mengajarkan kita dan membimbing kita dalam melakukan segala hal baik untuk kepentingan dunia maupun untuk kepentingan akhirat. Termasuk aturan-aturan tertentu seperti aturan dalam mengejar kemauan pribadi kita. Allah dalam firman-Nya mengatur tata cara dan sikap yang baik dalam bersedekah dan berinfaq. Hal ini juga termasuk salah-satu cara beribadah kepada-Nya. Bila kita tilik lebih dalam arti bersedekah ataupun berinfaq, sejatinya Allah SWT berusaha untuk mengingatkan kita untuk berbagi setelah kita diberi oleh Allah SWT. Tapi nyatanya sedikit sekali dari kita yang sadar akan pesan ini dan hanya beberapa yang berusaha untuk mengaplikasikannya tidak hanya dalam bentuk materi tetapi juga dalam bentuk lainnya.
Banyak sekali cara untuk dapat berbagi, tidak hanya melalui materi tetapi juga melalui keahlian yang kita miliki. Sekioas tentangku, aku pribadi termasuk seseorang yang biasa-biasa saja dan sibuk sendiri mengejar keinginan pribadiku dan tak jarang aku lupa akan keberadaan orang lain. Astagfirullahal’azim. Namun, entah kenapa di awal tahun 2019 ini aku seperti menemukan jati diriku yang selama ini ku cari. Aku ingin keluar dari zona nyaman. Aku tidak ingin melakukan sesuatu yang sering kulakukan terdahulu. Jati diri yang ku cari kutemukan ketika diriku menginjak 20 tahun membuat ku sadar tentang apa yang selama ini telah kulakukan. Ketika aku melihat ke masa lalu, segala hal yang telah kujalani selama dua dekade ini. Hal apa yang sudah kulakukan? Namun sayangnya tiada kutemukan jawaban berarti. Jujur saja, aku menangis kala itu ketika melihat diriku yang belum melakukan sesuatu yang berarti.
Pengalaman hidup mengajarkanku banyak hal. Kini aku tidak menyesali masa laluku. Karena aku pribadi meyakini setiap langkah, setiap orang, dan setiap peristiwa yang kita temui pasti memiliki makna dan pelajaran tersendiri. Mungkin aku belum mengetahuinya saat ini tetapi suatu saat nanti Allah akan menunjukkan kepadaku maksud dari rencana-Nya untukku. Oleh karena itu, di tahun ini aku mengubah segala hal yang biasa, ku ubah untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang selama ini sering kali kutunda. Terutama keinginanku untuk terus belajar dan berbagi. Aku berusaha untuk membuka diri ke banyak orang untuk menjalin koneksi seluas-luasnya. Membaca buku-buku yang selalu membangkitkan semangat juangku serta mengikuti komunitas-komuitas yang membawaku dan membimbingku untuk lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu komunitas yang kupilih ialah Gerakan Sumut Mengajar.
Gerakan Sumut Mengajar menjadi pilihanku untuk terus mengembangkan diri sembari berbagi dan meginspirasi. Sejalan dengan jurusan yang kupilih yaitu pendidikan matematika insyaAllah aku yakin, ini pilihan yang tepat untukku. Mungkin ini awal yang berat bagiku tetapi aku yakin bila kita berjalan di jalan Allah swt, insyaAllah, Allah juga akan membantuku dan menguatkanku melalui segala rintangan yang kelak akan menghalangi. Mengajar dan mengabdi merupakan passion yang kucari selama ini. Aku senang sekali melihat anak-anak gembira dan tertawa riang tetapi aku juga sedih ketika melihat mereka buta akan pendidikan dan dunia luar. Aku ingin sekali berkontribusi lebih bagi negeri ini khususnya di bidang pendidikan. Aku ingin membuka pikiran generasi-generasi muda untuk bisa melihat lebih luas ke dunia luar bukan hanya sekitarnya saja.
Sumatera utara dengan segala keberagaman yang ada di dalamnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Andai saja, anak-anak dan para orang tua dapat melihat dengan jelas potensi ini ada dalam gengagamannya. InsyaAllah Sumutera Utara akan berdaya dan berjaya. Mungkin keahlian yang kumiliki belum ada apa-apanya, namun setidaknya aku ingin sekali berbagi apa yang ku miliki dengan orang lain. aku ingin terus belajar dari banyak hal, dari mereka-mereka yang ku temui dan berbagi banyak hal pula kepada banyak orang. Karena satu hal yang sangat ku yakini yaitu kita tidak pernah merasa benar-benar bahagia sebelum kita dapat menghantarkan kebahagiaan kepada orang lain.
An essay for Gerakan Sumut Mengajat batch 6
From Dina Zhafira, one of student college in State Islamic University of North Sumatera, Departement of Mathematic Education 2017.
Thanks for reading, love!
Comments
Post a Comment