Ada apa dengan cinta?
masih segar diingatan
kenangan kita masih bersama
cinta yang telah berlalu
ku simpan jadi sejarah
...
Sebuah lagu yang tidak tahu kenapa sering malang melintang dipikiranku. Sebuah lagu tentang kisah dua insan yang sedang dilanda badai cinta. Sejujurnya aku sendiri bingung mengapa aku membuat cerita ini saat dini hari begini. Tentang cinta lagi. Hmm. Memang soal perasaan terkadang aku sendiri tidak paham apa yang kurasa.
Kadang bisa senang, juga bisa sedih.
Kadang pernah ku coba mencerna kenapa Tuhan hadirkan cinta di diri manusia? Jika benar cinta itu suci, kenapa masih ada saja sebuah ucapan klise "Cinta yang salah berujung pada bencana". Dan banyak orang pun mengatakan "ah, itu mah tergantung individunya aja".
Ada insan yang sulit perjalanan cintanya, tapi MasyaAllah dipertemukan dengan jodoh idaman. Ada pula insan yang sulit perjalanan cintanya, tapi masih kurang beruntung pada akhirnya. Ada insan yang bergegas dalam menggapai cintanya, tapi berujung pada bencana. Kadang terpikir kembali olehku, perjalanan cinta seperti apa ya yang Tuhan skenariokan untukku?
Hidup ditengah zaman penuh kecanggihan, menjadikan para insan yang sedang berbunga-bunga mudah melampiaskan cinta dimana-mana. Jujur saja, masih sulit bagiku untuk mencerna bagaimana mereka bisa dengan mudah melakukannya. Baperan atau terlalu bawa perasaan menjadi tameng dari perilaku ini. Aku pribadi tidak memunafikkan, aku juga pernah merasakan apa itu baperan.
Cukup sulit rasanya menang melawan rasa yang berkecamuk dalam dada. Karena katanya perempuan lebih dominan menggunakan perasaan. Tapi, lambat laun aku merasa bosan. Masa iya sih hati ini bisa kalah hanya karena satu ucapan "Kamu manis deh atau hai cantik atau sayang mau kemana atau yah dengan gombalan kelas kakap atau teri lainnya". Tuhan menciptakan hati, tempat dimana segala tindakan dimulai. Tempat dimana kita menanamkan maksud dan niat dari segala tindak tanduk kita dalam keseharian. Aku yakin, seharusnya hati tidak selemah itu.
Hari demi hari berlalu, sedikit demi sedikit aku belajar dan gagal lagi. Belajar dan gagal lagi. Sulit memang. Tapi, jika tidak dimulai dari dini, kapan akan terasa mudah? Ya kan sobat. Bahkan hingga kini masih sulit terasa. Kadang pernah terpikirku kembali. Mengapa dua insan tidak bisa saling menjaga, bukankah itu lebih baik untuk keduanya. Tapi, kembali aku tersadar jika perjuangan cinta begitu mudah bagaimana bisa kita mengharapkan hasil yang indah.
Itulah rahasia Tuhan tentang cinta.
Benar saja kata petuah lama meraih cinta-Nya lah yang paling utama. Biarkan cinta lainnya menjadi urusan-Nya.
Salam hangat,
Dina zhafira purba
Simberuna, Pakpak Bharat
Kamis, 13 Februari 2020
00.42 WIB
Comments
Post a Comment