Hidup untuk Pergi, Pergi untuk Kembali
Sebuah kalimat yang tengah mengetuk batinku
Hidup ialah proses yang abstrak
Melangkah pergi tanpa jalan yang pasti
Mungkin ia kembali, mungkin juga tidak
Kini ku sadar,
Rasa itu datang karna suatu alasan
Tapi bisa hilang dengan tanpa sebab
Sakit dan kehilangan yang melanda bukanlah masalah
Karena sejatinya kita hidup untuk merelakan
Iya, merelakan banyak hal pergi dari hidup kita
Merelakan dia yang pernah datang dengan sukacita
Merelakan dia yang pernah menyunggingkan senyuman di bibir kita
Merelakan benda yang pernah menjadi kecintaan kita
Dan masih banyak lagi
Tapi sobat
Baiknya Tuhan menghadiahi kita dengan sesuatu
Yang lebih baik dari yang pernah kita relakan pergi
Bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kita
Relakanlah dia yang hanya membawa resah
Relakanlah segala hal yang hanya membuat gundah
Pergilah
Melangkahlah
Raihlah
Sesuati yang pantas kau perjuangkan
Tuan kini aku relakan dirimu pada-Nya
Pergilah, pergi sejauh yang engaku bisa
Aku pun kan pergi
Sejauh kakiku kuat melangkah
Dan akan terus kuat dengan izin-Nya
Ingatkah tuan tentang puisiku dulu
Ku katakan
"Niat hati ingin membanggakan ibu pertiwi, apalah daya disalah arti"
Kini, ku akan wujudkan mimpiku
Semoga tuan juga bisa wujudkan impimu
Ku yakin akan skenario indah-Nya
Bila ada suatu masa kita akan bersua
Dengan raut bahagia
Sampai jumpa
Dari aku dan sejuta kenangan
Hidup ialah proses yang abstrak
Melangkah pergi tanpa jalan yang pasti
Mungkin ia kembali, mungkin juga tidak
Kini ku sadar,
Rasa itu datang karna suatu alasan
Tapi bisa hilang dengan tanpa sebab
Sakit dan kehilangan yang melanda bukanlah masalah
Karena sejatinya kita hidup untuk merelakan
Iya, merelakan banyak hal pergi dari hidup kita
Merelakan dia yang pernah datang dengan sukacita
Merelakan dia yang pernah menyunggingkan senyuman di bibir kita
Merelakan benda yang pernah menjadi kecintaan kita
Dan masih banyak lagi
Tapi sobat
Baiknya Tuhan menghadiahi kita dengan sesuatu
Yang lebih baik dari yang pernah kita relakan pergi
Bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kita
Relakanlah dia yang hanya membawa resah
Relakanlah segala hal yang hanya membuat gundah
Pergilah
Melangkahlah
Raihlah
Sesuati yang pantas kau perjuangkan
Tuan kini aku relakan dirimu pada-Nya
Pergilah, pergi sejauh yang engaku bisa
Aku pun kan pergi
Sejauh kakiku kuat melangkah
Dan akan terus kuat dengan izin-Nya
Ingatkah tuan tentang puisiku dulu
Ku katakan
"Niat hati ingin membanggakan ibu pertiwi, apalah daya disalah arti"
Kini, ku akan wujudkan mimpiku
Semoga tuan juga bisa wujudkan impimu
Ku yakin akan skenario indah-Nya
Bila ada suatu masa kita akan bersua
Dengan raut bahagia
Sampai jumpa
Dari aku dan sejuta kenangan
Comments
Post a Comment