Sebuah tangis dikala panggilan-Nya dikumandangkan
Malam itu,
Malam yang sungguh tidak tenang bagiku
Untuk pertama kalinya aku tiba tiba menangis kala panggilan Tuhan dikumandangkan
Aku pun bingung apa sebab hatiku rasanya sangat teriris
Belakangan ini memang sering kuucap dan berbincang dengan Dia tentang hatiku
Sering pula ku berkisah tentang rasa yang kian memuncak
Tapi, baru kali ini kurasa panggilannya sungguh sangat menentramkan hati
Tuhan, aku sungguh tak tahu apa yang menyebabkan hatiku terasa begini
Tapi, aku yakin Engkaulah sang pemilik hati
Hanya kepadamulah hamba berserah diri
Selang beberapa waktu
Tangisanku hampir tak terdengar
Ku alihkan pandanganku pada sebuah teks berisi klarifikasi tentang sebuah keputusan
Aku tidak tahu kepada siapa ia dituju
Tapi entah kenapa itu syarat akanku
Ke-akuan sangat terasa di teks itu
Ku melihatnya cukup lama
Ku coba memahami apakah gerangan maksudnya
Ku coba berulang kali
Tapi apakan daya
Ku hanya bisa menerka tanpa tahu apa
Tuhan, kuyakin Engkau memahami maksud hati ini
Tak pernah sedikit pun ku bermaksud menyakiti
Maksud hati ingin menjaga diri apalah daya disalah arti
Ku hanya ingin hidup lebih berarti
Mewujudkan mimpi ibu pertiwi
Biarkan hati ini kutitip pada pemilik hati
Kumohon berikanlah pada sang pemilik hati
Kepada siapapun ia dituju
Aku tak ingin berprasangka ataupun bersetuju
Biarlah ia menjadi saksi bisu
Sebuah kisah yang pernah berlalu
Selamat malam halu
Comments
Post a Comment