Definisi Bahagia

Semua makhluk pasti tak asing dengan kata ini. Keliling pinggang kita berusaha, pagi hingga petang demi satu kata 'Bahagia'. Tapi, apakah kamu yakin apakah itu bahagia yang sebenarnya?

Bahagia itu abstrak. Sebelas dua belas sama matematika. Pernah tidak kamu mencoba menanyakan apa itu definisi bahagia kepada beberapa orang? Kupastikan jawabannya bisa beragam. Ada yang memandang dari segi finansial, ada yang memandang dari segi keberadaan seseorang, ada juga dari segi agamisnya. Banyak deh pokonya.

Tapi, satu hal yang cukup membuatku gundah. Kita sering kali berpersepsi seperti ini
"Kita hanya bisa bahagia bila kita memiliki nilai nilai yg sama"
Padahal manusia diciptakan Tuhan itu unik. Berbeda satu dengan yang lainnya. Aku dan kamu memang sama-sama manusia tetapi kita tidak harus punya nilai yang sama kan untuk bahagia?

Menerima indahnya perbedaan itu asik kok, pernah bayangin ga gimana kalau pelangi warnanya cuma merah. Pasti namanya bukan pelangi dan indahnya juga tidak seindah pelangi dalam persepsi kita saat ini. Jangan jadikan perbedaan menjadi alasan kita tidak bahagia. Aku sangat suka dengan quotes Dalai Lama tentang perbedaan. Sayangnya aku lupa bagaimana redaksi tepatnya. Mungkin, boleh nanti kita ulik yah.

Tapi, Dalai Lama mengatakan ini tentang kebahagian
"Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sudah jadi. Itu berasal dari tindakan Anda sendiri"

Dari ungkapan itu, kita tahu bahwa kebahagian itu simple kok. Itu ada dalam persepsi kita semua. Iya, ada dalam benda segenggaman di dalam kepala ini. Kita yang tentuin bukan mereka bukan juga dia. Ketika kamu merasa bahagiamu masih disebabkan oleh seseorang (saat ia telah melakukan sesuatu untukmu). Sama artinya, kamu belum bisa berdamai dengan dirimu sendiri. Pikiran dan hatimu masih dibatasi oleh dinding-dinding kepercayaan. Bebaskanlah ia, nikmatilah setiap prosesnya.

Selamat tanggal 6 April!

Comments

Popular Posts