Dosa dan asa
Terlahir bak selembar kertas putih
Ditorehkan kasih dan sayang tanpa pamrih
Berbalut cinta tanpa diminta
Sudahkah kita bersyukur pada Sang Kuasa?
Tetes demi tetes tinta tertuang
Kata demi kata mulai teruntai
Goresan kasar dan halus tersebar di penjuru ruang
Hingga tanpa sadar kita kini bersantai
Lembaran kian menebal
Tapi amal masih demikian
Goresan semakin sering tertulis
Sudah sejauh mana asa kita?
Dosa dan asa
Sepaket kata yang tak boleh dilepas
Agar keduanya tak timpang
Insani yang sering lupa
Patut sadar bahwa asa tak boleh hilang
Comments
Post a Comment