Hidupku Tak Seperti Hidupnya
"Aku tidak suka melihat mereka bahagia, rasanya sungguh membuatku tak karuan, tidakkah mereka lihat aku menderita"
Sebuah kutipan percakapan batinku yang tak dapat kuungkapkan. Melihat dan merasakannya saja sudah bosan apalagi berharap ada orang yang rela mendengarkannya, kurasa mustahil! Apakah kalian tahu ku menderita? apakah kalian tahu kala aku merasa sedih dan tak tahu kemana ku harus bersandar? Kalian tidak tahu, dan takkan pernah tahu.
Sejatinya, benar ku akui Tuhan menciptakan jalan hidup tiap insan berbeda satu dan lainnya. Tetapi kenapa harus aku Tuhan yang mendapatkan jalan ini? Kenapa harus aku yang tak kuat menahan beban seberat ini? Kenapa dan kenapa? Tuhan aku tahu Engkau kini tengah melihatku berjuang, aku tahu engkau kini tengah melihatku menangisi diriku sendiri, dan aku tahu Engkau pasti melihat diri ini.
Jika boleh ku katakan, aku tak suka jalan ini, ku tak bisa melanjutkannya, aku tak tahan melihat segala berjalan lancar untuk mereka tetapi tidak untukku, sampai kapankah ku harus merasakan ini? Akankah sampai aku menghembuskan nafas terakhirku? Atau aku pun tak tahu hingga kapan. Hmm. Biarlah, biarkan saja semua mengalir sebagaimana adanya. Aku hanya aku, bukan mereka.
Sobat, kisah diatas adalah salah satu bentuk pergumulan batin yang tidak positif. Memang tidak dipungkiri hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kita berhenti berpartisipasi. Ada kalanya, kita boleh seperti ini. Tapi ingat, jangan larut dalam kondisi ini. Selama malam akan berganti jadi pagi tiada alasan untuk kamu berhenti.
Aku yakin, setiap manusia itu unik dan kuat. Mereka terlahir melalui perjuangan hebat. Mulai dari menang melawan pertempuran jutaan sel sperma hingga ibu yang rela memperjuangkan jiwa dan raganya demi kehidupan manusia lainnya yaitu KITA. Kita hidup karena perjuangan keras. Kita juga tumbuh besar karena perjuangan hebat seorang ayah hingga kita bisa menggunakan semua indera dengan benar karena pengajaran seorang malaikat bernama ibu.
Ingatkah kamu, bagaimana kerasnya kamu berusaha untuk melangkahkan kakimu di buminya Allah ini. Ingatkah kamu, bagaimana jatuh bangunnya kamu saat belajar menatah langkah ketika bayi dahulu. Bayangkan saja, bibirmu berdarah, kakimu terluka, tanganmu sering kali tergores benda di sekitar. Tapi apakah kamu menyerah kala itu? Tidak. Kamu terus mencoba, walau kadang kamu menangis tapi kamu tetap bangkit. Pernah gak kamu bayangin, jika saja anak bayi bernama 'Kamu' itu punya akal yang baik dan sudah mengenal namanya 'Menyerah' apakah ia bisa berjalan dan berdiri tegak seperti saat ini. Maha Baiknya Tuhan menciptakan bayi itu belum mengenal dan memahami kata itu.
Semua perjuangan itu, bukanlah hal yang mudah. Kamu sudah pernah melalui badai yang sangat hebat. Ini tidak seberapa bukan? Semangat ya, kamu harus bangkit. Ada mentari yang cerah kan menanti.
Note:
Teman-teman apakah pernah mengalami ini? Jika pernah tidak apa, jangan minder atau merasa tidak bisa melakukan apapun. Kita semua punya badainya masing-masing kok. Setelah baca kisah diatas, apa yang teman-teman rasakan? Aku tunggu yah komentarnya.
Tetap semangat
Dari aku,
Halu.
Sebuah kutipan percakapan batinku yang tak dapat kuungkapkan. Melihat dan merasakannya saja sudah bosan apalagi berharap ada orang yang rela mendengarkannya, kurasa mustahil! Apakah kalian tahu ku menderita? apakah kalian tahu kala aku merasa sedih dan tak tahu kemana ku harus bersandar? Kalian tidak tahu, dan takkan pernah tahu.
Sejatinya, benar ku akui Tuhan menciptakan jalan hidup tiap insan berbeda satu dan lainnya. Tetapi kenapa harus aku Tuhan yang mendapatkan jalan ini? Kenapa harus aku yang tak kuat menahan beban seberat ini? Kenapa dan kenapa? Tuhan aku tahu Engkau kini tengah melihatku berjuang, aku tahu engkau kini tengah melihatku menangisi diriku sendiri, dan aku tahu Engkau pasti melihat diri ini.
Jika boleh ku katakan, aku tak suka jalan ini, ku tak bisa melanjutkannya, aku tak tahan melihat segala berjalan lancar untuk mereka tetapi tidak untukku, sampai kapankah ku harus merasakan ini? Akankah sampai aku menghembuskan nafas terakhirku? Atau aku pun tak tahu hingga kapan. Hmm. Biarlah, biarkan saja semua mengalir sebagaimana adanya. Aku hanya aku, bukan mereka.
Sobat, kisah diatas adalah salah satu bentuk pergumulan batin yang tidak positif. Memang tidak dipungkiri hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kita berhenti berpartisipasi. Ada kalanya, kita boleh seperti ini. Tapi ingat, jangan larut dalam kondisi ini. Selama malam akan berganti jadi pagi tiada alasan untuk kamu berhenti.
Aku yakin, setiap manusia itu unik dan kuat. Mereka terlahir melalui perjuangan hebat. Mulai dari menang melawan pertempuran jutaan sel sperma hingga ibu yang rela memperjuangkan jiwa dan raganya demi kehidupan manusia lainnya yaitu KITA. Kita hidup karena perjuangan keras. Kita juga tumbuh besar karena perjuangan hebat seorang ayah hingga kita bisa menggunakan semua indera dengan benar karena pengajaran seorang malaikat bernama ibu.
Ingatkah kamu, bagaimana kerasnya kamu berusaha untuk melangkahkan kakimu di buminya Allah ini. Ingatkah kamu, bagaimana jatuh bangunnya kamu saat belajar menatah langkah ketika bayi dahulu. Bayangkan saja, bibirmu berdarah, kakimu terluka, tanganmu sering kali tergores benda di sekitar. Tapi apakah kamu menyerah kala itu? Tidak. Kamu terus mencoba, walau kadang kamu menangis tapi kamu tetap bangkit. Pernah gak kamu bayangin, jika saja anak bayi bernama 'Kamu' itu punya akal yang baik dan sudah mengenal namanya 'Menyerah' apakah ia bisa berjalan dan berdiri tegak seperti saat ini. Maha Baiknya Tuhan menciptakan bayi itu belum mengenal dan memahami kata itu.
Semua perjuangan itu, bukanlah hal yang mudah. Kamu sudah pernah melalui badai yang sangat hebat. Ini tidak seberapa bukan? Semangat ya, kamu harus bangkit. Ada mentari yang cerah kan menanti.
Note:
Teman-teman apakah pernah mengalami ini? Jika pernah tidak apa, jangan minder atau merasa tidak bisa melakukan apapun. Kita semua punya badainya masing-masing kok. Setelah baca kisah diatas, apa yang teman-teman rasakan? Aku tunggu yah komentarnya.
Tetap semangat
Dari aku,
Halu.
Comments
Post a Comment