Hujan dan sejuta kenangan
Kata orang tidak ada yang lebih indah
Dari menatap hujan dengan tangan menengadah
Berusaha menampung setiap percikan airnya hingga tumpah
Membayangkan indahnya menari dibawahnya hingga basah
Itulah hujan, sang pembawa berkah bagi setiap umat
Semua makhluk hidup akan gelisah tak menentu
Bila saja ia selalu datang atau tidak pernah datang
Kebanjiran ataupun kekeringan menjadi dua konsekuensi kehadirannya
Sudah 2 dekade aku diizinkan Tuhan menetap dibuminya
2 dekade pula kurasakan nikmat hujan ini bersamaku
Ada banyak cerita di dalamnya
Ada banyak kenangan pula tertinggal
Disini, di tempat aku berserah diri
Ku pernah merasakan bagaimana hujan dan angin bertengkar
Entah apa yang mereka perebutkan
Yang pasti bukan aku
Tapi, sungguh pertengkaran mereka membuat rumahku bergoyang tak karuan
Kala aku sendiri, aku sangat ketakutan
Kudekatkan gawai, untuk berjaga-jaga bila sesuatu terjadi
Kupastikan tidak ada sesuatupun di sekitarku memiliki aliran listrik
Dan ku peluk erat boneka kesayanganku
Seperti aku takut kehilangannya kala itu
Tahun berganti tahun
Ada banyak peristiwa terjadi
Pahit, manisnya hidup sedikit mulai terasa
Tapi, aku sangat bersyukur Tuhan memberiku nikmat yang sangat tak ku duga
Rumahku kembali berdiri tegak
Kini ia lebih kokoh kelihatannya
Kini, aku tak takut lagi dengan hujan
Hujan sudah bersahabat denganku
Tak pernah ku lihat angin dan dia bertengkar begitu hebat lagi
Tetapi, aku salah
Ini bukan rumahku
Ini bukan kepunyaanku
Aku hanya diizinkan untuk tinggal dalam waktu yang lama
Tanpa batas waktu yang ku tak tahu pasti
Lambat laun, rumah ini juga perlu dipoles
Tapi apa daya aku tak berhak mengganggunya
Ada banyak bintang yang bisa ku lihat di kala siang
Iya, siang hari dirumahku malah penuh bintang
Bila bintangnya cukup besar, ia akan menyinari kami bak sorotan lampu di pentas seni
Tantangan baruku dimulai
Kala hujan menghampiri, aku pun bergegas pergi
Menutupi buku-buku ku dari jatuhnya air
Dengan segala hal yang bisa kudayagunakan
Sedih? Tentu tidak
Ku yakin ini akan menjadi kenangan indah kelak
Saat Tuhan mengatakan "Hambaku, aku punya tempat baru untukmu, berteduhlah disini, bersama-Ku"
Perjalananku masih panjang
Perjuanganku masih sukar
Tapi semangatku tak boleh pudar
Ibu tunggu aku ya, aku kan datang
Menyikap tangis harumu saat momen itu datang
Dari aku,
Atap.
Comments
Post a Comment