Kenapa harus aku?
Kenapa? sebuah kata yang sering terucap ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Ketika hati berkata ingin tapi apa daya bibir ini hanya bisa tertatih lirih berkata "kenapa?"
Kenapa harus aku?
Setiap peristiwa dalam hidup datang silih berganti. Tanpa kenal henti, tanpa pamit ia datang dan pergi. Lantas jika sudah tau seperti ini haruskah kita terhenti? Terhenti hanya karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan.
Ada banyak pintu di dunia ini (percaya atau tidak itu benar adanya) ketika yang kamu ketuk tidak terbuka untukmu, lantas hal apa yang harus kamu tanyakan, coba ketuk pintu lainnya.
Aku tahu memang tidak enak rasanya menjadi aku yang tiada orang yang tahu betapa sakitnya. Tapi, apakah rasa sakit itu yang ingin kamu umbar? Apakah rasa sakit itu yang ingin kamu tunjukkan kepada mereka atau dia? Percaya atau tidak, tidak semua orang memedulikan itu. Tidak semua orang peduli denganmu. Terkadang mereka bertanya bukan karena peduli tetapi hanya ingin tahu. Sudah itu saja. Tidak lebih.
Kamu mau sedih? Karena hal itu? Ya Tuhan, sangat sayang air mata indah itu turun di pipimu. Hanya karena sikap seseorang yang tidak sesuai dengan inginmu atau hanya karena keadaan. Ingat Tuhan tidak hanya menciptakan satu pintu. Banyak!
Seringkali, ku katakan ayo berpikir positif, ayo jangan ngeluh, ayo bangkit, ayo ambil tindakan, ayo dan ayo! Bukan karena hidupku tanpa beban atau tanpa masalah, tetapi karena aku tidak ingin menjadi toxic di lingkunganku. Sedihku lelahku, cukup aku dan Dia yang tahu. Membaginya terkadang bukanlah hal yang tepat, tapi juga tak salah. Hanya perlu lebih bijaksana.
Selamat malam,
dari aku, halu.
Kenapa harus aku?
Setiap peristiwa dalam hidup datang silih berganti. Tanpa kenal henti, tanpa pamit ia datang dan pergi. Lantas jika sudah tau seperti ini haruskah kita terhenti? Terhenti hanya karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan.
Ada banyak pintu di dunia ini (percaya atau tidak itu benar adanya) ketika yang kamu ketuk tidak terbuka untukmu, lantas hal apa yang harus kamu tanyakan, coba ketuk pintu lainnya.
Aku tahu memang tidak enak rasanya menjadi aku yang tiada orang yang tahu betapa sakitnya. Tapi, apakah rasa sakit itu yang ingin kamu umbar? Apakah rasa sakit itu yang ingin kamu tunjukkan kepada mereka atau dia? Percaya atau tidak, tidak semua orang memedulikan itu. Tidak semua orang peduli denganmu. Terkadang mereka bertanya bukan karena peduli tetapi hanya ingin tahu. Sudah itu saja. Tidak lebih.
Kamu mau sedih? Karena hal itu? Ya Tuhan, sangat sayang air mata indah itu turun di pipimu. Hanya karena sikap seseorang yang tidak sesuai dengan inginmu atau hanya karena keadaan. Ingat Tuhan tidak hanya menciptakan satu pintu. Banyak!
Seringkali, ku katakan ayo berpikir positif, ayo jangan ngeluh, ayo bangkit, ayo ambil tindakan, ayo dan ayo! Bukan karena hidupku tanpa beban atau tanpa masalah, tetapi karena aku tidak ingin menjadi toxic di lingkunganku. Sedihku lelahku, cukup aku dan Dia yang tahu. Membaginya terkadang bukanlah hal yang tepat, tapi juga tak salah. Hanya perlu lebih bijaksana.
Selamat malam,
dari aku, halu.
Good story. Ganbateeeeee
ReplyDeleteThankyouu, kamu juga ganbateee
Delete