Label diri
Sering kali kita memandang sesuatu dibatasi oleh kategori atau nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang sebenarnya kita tidak ketahui pasti kenapa begitu adanya. Disinilah tanpa sadar kita memberikan "justifikasi" terhadap sesuatu yang kita pandang.
Misal nih, tanpa sadar kita bisa saja memandang seseorang atas segala benda melekat padanya. Padahal, tak selamanya yang melekat, menyatakan tentang orang tersebut kan? Kategori-kategori ataupun nilai-nilai yang kita anut ini semua berpusat di kepala kita. Lebih tepatnya pikiran kita.
Pikiran kitalah yang membuat suatu hal dikatakan "sesuatu" ketika ia memiliki a, b, c dan bla bla bla. Padahal semuanya tidak se-ribet itu kok. Kamu hanya perlu melihat dari sudut yang berbeda. Terkadang, menyendiri di pojok ruangan tak selamanya berarti menyedihkan atau kesepian melainkan ini adalah saatnya kita melihat dari sudut pandang yang lain. Menarik diri sejenak dari keramaian, memandang sebentar hilir mudik kehidupan yang tiada henti, tentu tidak ada salahnya.
Saat itu, kamu bisa membuka diri ke ruang paling dalam di dirimu. Tanyakan padanya (dirimu yang terdalam), apakah benar kategori yang kau cantumkan itu akan selamanya seperti itu? Atau hanya sebuah pernyataan turun temurun yang kamu ikuti hingga kini. Tanyakan pada dirimu sendiri. Biarlah hati kecil itu yang berbicara dan dengarlah apa katanya.
Melepaskan diri dari belenggu kata-kata insan di luar sana, menjadikan diri kita memiliki patokan pribadi dalam menilai sesuatu. Melepaskan diri dari belenggu "kata orang" membuat kita bebas berkreasi. Bebaskanlah dirimu dan tentukanlah nilai-nilai yang kau punya.
Selamat malam
Dari aku, halu.
Misal nih, tanpa sadar kita bisa saja memandang seseorang atas segala benda melekat padanya. Padahal, tak selamanya yang melekat, menyatakan tentang orang tersebut kan? Kategori-kategori ataupun nilai-nilai yang kita anut ini semua berpusat di kepala kita. Lebih tepatnya pikiran kita.
Pikiran kitalah yang membuat suatu hal dikatakan "sesuatu" ketika ia memiliki a, b, c dan bla bla bla. Padahal semuanya tidak se-ribet itu kok. Kamu hanya perlu melihat dari sudut yang berbeda. Terkadang, menyendiri di pojok ruangan tak selamanya berarti menyedihkan atau kesepian melainkan ini adalah saatnya kita melihat dari sudut pandang yang lain. Menarik diri sejenak dari keramaian, memandang sebentar hilir mudik kehidupan yang tiada henti, tentu tidak ada salahnya.
Saat itu, kamu bisa membuka diri ke ruang paling dalam di dirimu. Tanyakan padanya (dirimu yang terdalam), apakah benar kategori yang kau cantumkan itu akan selamanya seperti itu? Atau hanya sebuah pernyataan turun temurun yang kamu ikuti hingga kini. Tanyakan pada dirimu sendiri. Biarlah hati kecil itu yang berbicara dan dengarlah apa katanya.
Melepaskan diri dari belenggu kata-kata insan di luar sana, menjadikan diri kita memiliki patokan pribadi dalam menilai sesuatu. Melepaskan diri dari belenggu "kata orang" membuat kita bebas berkreasi. Bebaskanlah dirimu dan tentukanlah nilai-nilai yang kau punya.
Selamat malam
Dari aku, halu.
Comments
Post a Comment