Perpisahan terindah
Aku pernah jatuh cinta terlalu dalam
Sampai ku lupa dimana ku tancapkan cinta itu
Hingga ketika ia mematahkan cinta itu
Dan mengambil bagiannya
Aku pun tak bsa mengambil bagian ku yang patah
Karena sudah terlalu dalam ia tertancap
Saat ku bisa menariknya pun
Bekasnya terlihat jelas
Tak hilang ditelan waktu
Sekuat apapun kucoba menutupinya
Ia tetap tidak bisa seperti sedia kala
Ini bukan salahmu
Juga bukan salah skenario-Nya
Salahku, karena ego dan harapku yang terlalu tinggi akanmu
Hingga aku harus terbenam dalam lautan penyesalan
Berulang kali kucoba katakan padamu
Bahwa hanya satu pintaku
Ku hanya ingin kau memahami bahwa
Kisah ini, salah
Kita tak boleh melanjutkannya
Namun, kita tak boleh seperti ini mengakhirinya
Karena bila begini sungguh menyakitkan untukku
Ku ingin sekali kau tahu itu
Tapi ku yakin kau tak pernah tau
Mungkin juga sudah tak penting bagimu
Aku ingin mengetahui bagaimana perasaanmu kala itu
Hatiku bertanya-tanya, apakah kau baik-baik saja?
Tapi, untuk menyebutkan namamu saja ku sudah tak sanggup
Ku akui dulu ku belum sekuat itu
Lambat laun waktu pun berlalu
Namun lukaku belum pulih
Tapi, ku lihat kau menemukan bahagiamu
Bahkan kutemukan kau memiliki kisah cinta lainnya
Perjalannanmu pun kian hebat
Kau sungguh terlihat baik baik saja
Sementara aku,
Masih bergelut dengan rasa yang sama
Tapi kini,
Ku ingin ucapkan terimaksih
Terimakasih atas rasa sakit itu
Dengan kuasa-Nya
Ia telah mendewasakanku dan menjadikan aku seperti aku yang sekarang
Ku yakin jika bukan aku yang kan membuatmu paham bagaimana rasanya
Tuhan yang kan melakukannya
Dengan skenario indah-Nya
Ku tak bermaksud tuk balas dendam
Tapi, setidaknya kita harus belajar dari pengalaman
Kau adalah perpisahan terburuk dan terindah untukku
Setidaknya untuk sekarang
~Dari aku, halu
Sampai ku lupa dimana ku tancapkan cinta itu
Hingga ketika ia mematahkan cinta itu
Dan mengambil bagiannya
Aku pun tak bsa mengambil bagian ku yang patah
Karena sudah terlalu dalam ia tertancap
Saat ku bisa menariknya pun
Bekasnya terlihat jelas
Tak hilang ditelan waktu
Sekuat apapun kucoba menutupinya
Ia tetap tidak bisa seperti sedia kala
Ini bukan salahmu
Juga bukan salah skenario-Nya
Salahku, karena ego dan harapku yang terlalu tinggi akanmu
Hingga aku harus terbenam dalam lautan penyesalan
Berulang kali kucoba katakan padamu
Bahwa hanya satu pintaku
Ku hanya ingin kau memahami bahwa
Kisah ini, salah
Kita tak boleh melanjutkannya
Namun, kita tak boleh seperti ini mengakhirinya
Karena bila begini sungguh menyakitkan untukku
Ku ingin sekali kau tahu itu
Tapi ku yakin kau tak pernah tau
Mungkin juga sudah tak penting bagimu
Aku ingin mengetahui bagaimana perasaanmu kala itu
Hatiku bertanya-tanya, apakah kau baik-baik saja?
Tapi, untuk menyebutkan namamu saja ku sudah tak sanggup
Ku akui dulu ku belum sekuat itu
Lambat laun waktu pun berlalu
Namun lukaku belum pulih
Tapi, ku lihat kau menemukan bahagiamu
Bahkan kutemukan kau memiliki kisah cinta lainnya
Perjalannanmu pun kian hebat
Kau sungguh terlihat baik baik saja
Sementara aku,
Masih bergelut dengan rasa yang sama
Tapi kini,
Ku ingin ucapkan terimaksih
Terimakasih atas rasa sakit itu
Dengan kuasa-Nya
Ia telah mendewasakanku dan menjadikan aku seperti aku yang sekarang
Ku yakin jika bukan aku yang kan membuatmu paham bagaimana rasanya
Tuhan yang kan melakukannya
Dengan skenario indah-Nya
Ku tak bermaksud tuk balas dendam
Tapi, setidaknya kita harus belajar dari pengalaman
Kau adalah perpisahan terburuk dan terindah untukku
Setidaknya untuk sekarang
~Dari aku, halu
Comments
Post a Comment