Persepsi yang Tak Terdefinisi
Benar memang
Hidup ini tak seindah mata memandang
Tapi, sampai kapan tuan demikian
Karena yang buruk belum tentu sepadan
Benar tuan berkata
Indah nian rumput di seberang
Tapi sadarkah tuan akan setiap kata
Tak selamanya yang indah sedap dipandang
Semua punya masanya sendiri
Entah itu sekarang ataukah nanti
Kuharap tuan sabar menanti
Pelangi datang setelah hujan berhenti
Bukan karena apa dan kenapa
Kupanggil tuan bukan tanpa sebab
Andai saja tuan sudi bertanya
Kuharap dia pun sudi menjawab
Mungkin memang benar katanya
Datang dan pergi bukan berarti jahat
Hanya saja dia sudah tidak bisa berkata
Hadirnya punya alasan yang tepat
Tapi, aku yakin tak butuh alasan yang tepat
Untuk sebuah aksi yang bermanfaat
Comments
Post a Comment