Jebakan Piranti
Jam menit detik berlalu
Akan terasa cepat ketika kita sedang asyik dengan dunia
Dan terasa sangat lambat ketika berkutat dengan urusan akhirat
Tangan menggapai menekan dan mewujudkan rangkaian huruf demi huruf menjadi kata
Mata memandang asyik layar radiasi
Tanpa pernah sedikitpun berpikir
Apakah kita benar berani beraksi
Atau hanya sekedar ikut-ikutan supaya dilihat sang kekasih
Langkah kaki menawan hati
Harum tubuh serbak mewangi
Seperti sedang mencari sosok pengisi hati
Padahal diri ini tak pernah memantaskan diri
Gawai dipegang serasa tak lepas
Chattingan sana sini
Menanam kata ini itu di dalam sanubari
Tanpa sadar kau sudah jatuh hati
Tak salah memang ku akui
Tapi, tak benar jika terus kau dalami
Kau pegang pisau bermata dua itu
Bak takut ditinggal pergi
Sadarkah diri, pedoman hidup yang kau bawa mati
Bukan sebuah layar radiasi
Jangan sampai ia melukaimu lagi
Kau tahu kau sangat berarti
Namun kau tak menyadarinya lagi
Kau malah sibuk dengan piranti
Sungguh, setiap langkah
Tatapan, cuitan, keputusan itu akan kembali kepada ilahi
Ia Maha Kuasa akan segala hal
Termasuk menghidupkan ataupun mematikan dirimu
Tuhan, diri ini berselimut ketidaktenangan
Gundah akan segala yang pernah melekat
Ragu, apakah boleh diri ini mendekat
Saat ku sadari semua hanya kenangan
Comments
Post a Comment