Kenapa Matematika (Part 2)
Seiring berjalannya waktu, aku naik ke tahap berikutnya. Selamat datang Dunia SMA! Aku bersekolah di MAN 3 Medan. Ada banyak cerita di sini. Ada banyak nilai dan pelajaran yang dapat ku ambil.
Sebelumnya aku pernah cerita bahwa sejak SD aku sudah mengikuti les bahasa asing. Sejak dulu aku selalu ingin bisa bimbingan di Ganesha Operation, bimbingan belajar ternama di kotaku. Setiap kali aku pergi les, aku selalu sholawatin dan doain "Ya Allah adek pengen disini". Qadarullah aku dikasih kesempatan bisa bimbingan full 3 tahun di GO gratis dengan beasiswa dari salah satu keluargaku.
GO dan Essential English Course jadi tongkronganku tiap sore hingga malam. Karena semua stimulus ini, juara umum kembali kuraih. Siapa sangka, seorang siswi SMA, anak tukang becak bisa les bahasa inggris dan bimbingan belajar di GO. Tak jarang guru hingga temanku mengira aku naik becak langganan setiap hari padahal itu ayahku.
Kembali bercerita tentang matematika, saat SMA aku jarang sekali berhubungan dengan matematika. Aku lebih sering berkutat dengan olimpiade fisika dan bahasa Inggris. Karena itu, guru-guruku heran kenapa aku malah memilih matematika sebagai pilihan pertama saat penjurusan.
Aku pun tidak tahu tepatnya kenapa, tapi satu hal yang ku tahu dan aku yakini jalannya Allah pasti ada maknanya. Hanya saja aku tidak tahu apa itu sekarang.
Sebagian orang mengatakan aku tidak berani menembak jauh. Seharusnya aku memilih kedokteran atau jurusan ternama lainnya. Tapi aku mencoba memahami ayah dan mamak. Bukan aku tidak ingin menembak jauh, aku hanya tidak ingin membebani pikiran ayah dan mamak terlalu jauh nanti. Aku memilih keguruan sebagai gantinya. Ayah ibuku menginginkannya dan aku belajar menyukainya. Nyatanya benar, aku sangat takut dengan darah bagaimana bisa aku berkecimpung kesana. Entah aku hanya berdalih demi menjaga perasaan atau memang demikian, intinya aku tidak ingin terlalu memikirkannya.
Kini aku sudah di tingkat tiga perkuliahan. (Perkataan Ibu Sianturi benar). Jika di masa orientasi aku bingung ketika ditanya "kenapa matematika?". Sekarang, dengan lugas aku bisa menjawab karena "aku yakin matematika bisa menyenangkan".
Perjalananku akan sangat panjang nantinya. Tapi, aku yakin. Jika Tuhan bisa membuat aku yang dulu menjadi sekarang. Bukan tidak mungkin alasanku ini menjadi kenyataan.
So,
Halo, my future self! In ten years later (2030). I dont know where are you now. But, based on ur history, u are a strong girl that can't be conquered cause of any conditions. You still have "willingness to hold", " Brain to think" and "action to make it real".
From me, dina. (2020)
Comments
Post a Comment