Gila Pujian

Pujian
Siapa sih yang ga suka? 
Hampir seluruh umat manusia menyukainya
Pekara itu baik atau tidak tergantung si penerima

Aku pribadi lebih menyukai penggunaan kata apresiasi dibandingkan pujian. Bukan karena cukup ilmiah hanya saja menurutku ia lebih menghargai sang penerima bukan sekedar kata-kata manis. Menerima pujian memang merupakan suatu hal yang menyenangkan tapi jangan salah kaprah dulu karena terkadang pujian atau mari kita sebut dengan apresiasi sering kali menjerumuskan

Sikap jumawa contohnya. Sifat ini sering kali mengikuti sang penerima apresiasi entah itu disadari atau tidak. Tak salah memang jika apresiasi ini dianggap sebagai hadiah karena kita sudah berusaha sejauh tapi sebaiknya jangan jadikan ini tujuan akhir. 

Ibuku sering mengatakan "Apresiasi itu bonus ketika adek sudah berusaha  maksimal. Kalau dapat ya Alhamdulillah. Kalau ga, ya udah gak papa tapi bukan berarti kita jadi malas-malasan yah". Ini yang selalu menjadi pengingatku ketika aku sedang jadi manusia " Ambi" Alias lagi ambisius mengejar sesuatu. 

Menjadi seseorang yang selalu megang juara umum bukanlah hal yang melulu menyenangkan. Tapi tentunya aku sangat sangat bersyukur dikasih kesempatan ini sama Allah. Walaupun aku harus selalu dikatain ambisius, kerjanya belajar mulu, dan kata-kata lain yang mengikutinya. Sejujurnya mah ga gitu-gitu juga. Jika boleh kukatakan untuk saat ini, "Aku hanya beruntung berkat kasih sayang Allah, doa orang tua dan ketekunanku yang menyertainya". Seperti yang sudah ku katakan sebelumnya " Juara adalah bonus bukan tujuan". Dulu saat aku sempat tergoyahkan menjadikan juara adalah tujuan, aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk menanamkan ke diriku bahwa "pemahaman adalah tujuanku".  Artinya aku juga PERNAH SALAH dalam merangkai tujuan dan PERNAH GAGAL dalam memperbaiki perangai. No body is perfect. Tapi "AKU GA NYERAH!"

Tidak mudah memang mempertahankan prinsip ketika kita sedang "di atas" dan sebaliknya sering kali kita malah merendahkan pola pikir kita sendiri saat kita "di bawah". 

Maksudnya seperti ini, saat kita sedang berhasil meraih sesuatu sering kali kita temukan kita seperti lupa akan prinsip yang sudah kita jalani misalnya "prinsip untuk tidak terlalu senang ketika menerima pujian" Eh kitanya malah senang nih (pake banget) apalagi di puji sama doi (eh). Sebaliknya, ketika kita sedang jatuh kita malah merendahkan pola pikir kita SENDIRI, kita sering kali menganggap kita tidak bisa, dan ujung-ujungnya nyerah sama keadaan. 

Apresiasi bukanlah sebuah prestasi
Melainkan hanya sebuah hadiah tuk diri yang sedang dibenahi
Bukan pula sebuah ajang unjuk gigi
Tuk menakar siapa yang lebih gagah berani
Dia bukanlah tujuan kita ada di dunia ini
Karena sejatinya ia hanya bonus dari sang ilahi

"Do something to show that u can do it to yourself, not for making others know that you can! Cause ya, it's useless" 


Comments

Popular Posts