U-A-N-G

Untuk setiap kita yang tengah berjuang
Apakah benar ini kiranya bayaran sebuah penat? 
Nanti jika sudah selesai kerjamu dan kau terima pula-lah ia
Apakah akan terbayarkan semua hal tak tersemat? 

Wahai jiwa yang tidak tenang
Yang tiap harinya tak kunjung temaram
Berkutat indera dengan berjuang
Tapi hati kecil masih terus bergumam

Senyuman, sentuhan juga pelukan
Sebuah hadiah yang luput dari pandangan
Banyak dari kita turut melupakan
Karena tak menghasilkan hanya berupa kenangan

Padahal disanalah ia bermula
Sebuah kasih yang tak pandang siapa
Melupa segala hal penuh luka
Demi kau yang kini disana

Sungguh, jika saja setiap insan pahami
Tak pernah tercurah kata ini
"Kubayar kau wahai insani!"
Bak tirani hendak menjajah lagi negeri ini

Perjuangan kita nyatanya belum siap
Kita masih terdogma oleh kungkungan tak kasat mata
Hidup diatur oleh profitabilitas bukan personalitas
Sungguh ironi di negeri sendiri




Comments