Kertas Putih

Hidup itu seperti menulis lembaran kosong. Pada awalnya kertas itu putih dan bersih. Namun, setelah itu muncullah goresan-goresan tinta yang mewarnainya. 

Ketika engkau sudah mulai menggoreskan tinta di atasnya kau tidak bisa berhentu. Kau akan terus menulisnya hingga kisah itu selesai. 

Saat kau lelah dan ingin mencoba untuk berhenti, kau tidak bisa! Karena kau harus menyelesaikannya. Menyelesaikan kisah yang sudah terlanjur kau mulai. 

Saat kau salah menulis satu kata dalam kisah tersebut. Mungkinkau bisa menghapusnya. Tapi, ingat! Masih ada bekas padanya. 

Sesuatu yang telah engkau tulis mungkin bisa kau hapus dalam lembaran itu, tapi tetap saja ada bekas tertinggal. 

Saat ide yang ada di pikiranmu perlahan-lahan habis untuk menulis kata demi kata dalam kisah tersebut. Kau mulai frustasi! 

"Apa yang harus ku lakukan", kau berkata

Aku menjawab, " Bacalah ulang kisah yang telah kau tulis! ".

Terkadang, melihat sesuatu yang telah lalu bukanlah suatu kesalahan karena kadang hal itu bisa membuatmu belajar lebih baik lagi untuk memperbaiki kisahmu atau mungkin untuk melanjutkannya kembali. 

Sampai kisah yang kau inginkan telah berhasil kau tulis menjadi suatu kisah yang kau inginkan. 

(Sebuah catatan dariku yang dulu, 8 Juli 2015) 

Comments