we take nothing for granted

Pernah gak kamu merasa seseorang telah berubah? Ntah dia itu keluarga kamu, temen atau bahkan orang yang kamu kira adalah sahabat dekat kamu. Kondisi dimana kamu sendiri ga  tahu penyebabnya apa tapi tiba-tiba ya terjadi aja gitu. 

Situasi ini emang aneh, kamu boleh ngerasa sedih, atau mungkin merasa terkhianati di satu sisi. Rasanya seperti ingin marah, tapi ujung-ujungnya buat apa? 

Menjadi manusia sangat lekat dengan yang namanya perubahan. Setiap hari disadari atau tidak, kita akan bertemu banyak orang, diberi Allah banyak pelajaran, dihadapkan dengan berbagai kondisi, didesak oleh keadaan atau bahkan diminta untuk menjadi berbeda. Semuanya ini lumrah! Hal ini nyatanya terjadi pada banyak orang.

Ini bukan tentang toxic positivity yang mengatakan bahwa masih ada kok yang lebih buruk dari aku. No, big No. Ini bukan tentang hal itu, tapi ini tentang menghargai setiap prosesnya. 

Kadang saat seseorang berubah, kita itu sebenarnya ga tau proses apa yang udah dia lalui. Perjalanan panjang yang melukai batin atau fisik apa yang dia tempuh sehingga menyebabkan ia berubah. 

Saat kita tahu dia berubah adalah hal yang wajar untuk mengatakan but why must be like this? Ya Tapikan gak harus gitu juga? 

It's okay for saying that guys. 
It's normal as a human we asking for WHY

Tapi, balik lagi kalau kita tarik nih benang panjang ke diri kita. Emangnya kita uda sebaik apa memperlakukan mereka? Yakin, kamu gak pernah buat salah? Atau bisa jadi nih, ada sesuatu yang kamu ucapin mungkin  biasa aja  bagi kamu tapi bagi dianya menyakitkan atau membuat dirinya tidak nyaman?

"Siapa yang tahu? Who knows? "

Sedikit banyaknya, ini adalah rangkaian cerita pendewasaan diri kita. Bagaimana kita bisa beradaptasi dengan banyak hal yang awalnya tidak nyaman untuk kemudian akhirnya bisa terbiasa. 

Ini adalah sebuah proses panjang dari menjadi dewasa

Personally, aku adalah seseorang yang dulu kekeh banget kalau ada yang berubah i am always asking for why to them until tanpa ku sadari dia itu bakal muak sendiri. Karena apa? Karena aku selalu bertanya tanpa tanya balik ke diri aku. 

Itu adalah pengalaman pahit yang jadi pengalaman berharga dalam proses hidupku sekarang. Walaupun masih sering salah, at least aku mulai sadar akan prosesnya. Proses yang dilalui oleh tiap orang itu berbeda. Karena itu cara komunikasi kita pun harusnya berbeda. 

Kadang nih, ada benernya untuk tidak peduli. Ada saat dimana seseorang itu emang pengen  menyelesaikan masalahnya sendiri. Kita hanya perlu menunggu sampai ia mau terbuka. Jangan terlalu mendesak, nanti dia malah jadi sesak gara selalu ada kita. 




Comments

Popular Posts