kenapa kau percaya saat itu?
terlalu berat bagiku untuk menuliskannya
sampai terkadang tak ku sangka tanganku hanya mengambang
berdiam berjarak antar huruf dan sentuhan
sebuah tulisan yang bisa dibilang tak bisa kupercaya
hingga mungkin suatu masa Tuhan izinkan aku mengalaminya
ini tentang anak manusia
aku takjub akan-Nya
Dia menciptakan sebuah sistem terbaik yang pernah kutahu
setiap makhluk Ia ciptakan berpasangan
dikaruniakan-Nya sebuah rahmat bernama cinta
Ia ciptakan pula aturan percintaan yang semestinya
hingga buah cinta itu melahirkan seorang insan
ada suatu poin yang menakjubkan lagi bagiku
Buah cinta itu selalu dicintai
tak peduli akan jadi apa perangainya kelak
Ibu dan ayahnya pasti rela mengorbankan raga dan nyawa untuknya
entah itu ibu dan ayah kandung atau bukan
buah cinta itu pasti ditakdirkan untuk dirawat oleh seseorang yang mulia
ibarat perjudian tanpa jaminan
orang mulia tersebut membesarkan dan memberi buah cintanya segala hal yang ia butuhkan
tak menutup kemungkinan akan seperti apakah takdirnya kelak
akankah ia menyayangi orang yang membesarkannya atau sebaliknya
sungguh jika bukan karena nikmat berkasih sayang yang Tuhan tanamkan dalam hati tiap orang tua
aku tak pernah menemukan jawabannya
kenapa orang mulia tersebut mau mengorbankan segalanya hanya demi satu dua insan manusia?
Comments
Post a Comment