menikmati kontemplasi
5 menit lagi sebelum aku berperang
Kuputuskan tuk menuliskan rangkaian kata ini
Aku bingung, aku heran, aku terus bertanya
Hingga kadang aku berpikir, apakah boleh sejenak saja tanpa berpikir?
Berpikir perbaikan apa yang harus dilakukan hari ini?
Peningkatan di bagian mana yang harus dilakukan esok hari?
Besok akan seperti apa?
2 tahun lagi dimana?
4 tahun lagi bersama siapa?
Hingga, sebenernya aku ini siapa?
Aku ingin dikenal sebagai siapa nantinya?
Beribu pertanyaan muncul dalam 5 menit ini
Tapi, satu hal yang kusadari
Berpikir tidak harus berhenti
Sebagaimana para filsuf dahulu membuahkan karya, mereka pun perlu berpikir banyak hal
Era dimana apapun belum tersedia
Berpikir adalah langkah untuk bisa ada
Seyogyanya, berpikir ibarat berkontemplasi
Berimaji menjadi api, namun raga setenang nurani
Comments
Post a Comment