Tawa dan Tangis
Tawa dan tangis,
bukankah mereka sebuah padanan kata yang tepat?
Disandingkan bak tak terpisahkan
Tak terlepas satu dan lainya
Ibarat jodoh katanya
Aku tahu ini pikiran yang aneh
Tapi akhir-akhir ini aku selalu merasakan tawa-tangis yang beriringan
Aku bingung apakah karena aku yang terlalu belia dalam kehidupan
sehingga sedikit pula tahu ku akan dunia-Nya
atau apakah memang seperti itu hukum-Nya
Saat kulihat tawa, rasa syukurku meluap
namun dalam hatiku selalu bertanya, "Ya Tuhan, rasanya tak siap ku melihat tawa itu pergi"
Diriku pun bergumam "Ya Tuhan, akankah tawa berubah menjadi tangis?"
Bagian kecil dalam kepalaku memproses dan berhipotesa "Seberapa besar tangis itu nantinya? mampukah aku melaluinya?"
Usia 20 penuh dengan luapan emosi yang tidak ku ketahui
Tak jarang aku menebak-nebak saja tipenya tanpa sanggup menelaah, dia siapa
Melangkahkan kaki dengan hati-hati walau tak kupandang jelas siapa yang kutemui
Kegagalan dan cibiran kadang kujadikan rambu-rambu perjalanan penuh derita
Sambil meratap "Tuhan, aku yang bagaimana?"
Comments
Post a Comment