Embracing Rejection
Ada berjuta juta dan bermilyar-milyar cara untuk bisa menerima kebaikan
Tapi adakah satu cara yang menyenangkan untuk menerima penolakan?
Bisakah ia menjadi pintu kebahagiaan lainnya yang tak ku duga?
Atau bolehkah aku bertanya
Berapa lama aku harus terjebak dalam ruang tak berventilasi yang aku cipta sendiri
Caraku dan caramu berbeda
Itulah indahnya ketika kamu, aku menjadi kita
Tapi kini perlu ku sadari
Ada pintu yang bahkan tak bisa ku buka
Walau tanganku telah menggenggamnya erat
Nyatanya genggaman itu semu
Tak perlu bersusah payah mengaitkan ini semua tentangmu
Tulisan ini bukan pula untukmu
Tapi, ini adalah pembelajaran yang ingin ku ingat di hidupku
Tak pula aku menyesal pernah menaruhnya di tempat yang salah
Apalah arti rasa jika ia pun tak bermakna?
Aku menangisi aku
Yang tak kuasa akan kehendakku
Aku malu pada-Nya tapi ku juga tetap menginginkannya
Comments
Post a Comment