Dalam balutan canda

Indahnya jemari itu membuatku ingat akanmu
Suara helaian kertas itu membuatku kembali ke masa lalu
Saat dimana cerita itu bukan kisah dahulu
Melainkan sebuah momen yang sungguh kutunggu

Lorong lorong menjadi saksi
Betapa bahagianya aku bersua denganmu
Derapan langkahku jua menunjukkan kebahagiaanku kala itu
Pelukmu membuatku membeku

Kita bercengkrama dalam balutan canda
Tanpa terasa waktupun berlalu begitu saja
Rasa rindu yang tak tertahankan bak meluap dengan derasnya
Seandainya saja kau tahu bagaimana rasanya
Aku yakin takkan pula kau pergi begitu lama

Aku teringat akan sebuah pepatah
"Perasaan bahagia dan sedih adalah sementara"
Tapi, bolehkah jika aku bahagia bersamamu untuk selamanya?
Sungguh, rasa sedih itu takkan bisa tertahankan
Tapi, bisakah kita melaluinya?

Aku mencoba memahami sebuah rasa
Tentang indah dan pahitnya cinta
Tapi ku selalu buta akannya
Ketika rasa itu datang begitu saja

Tuhan, jika memang rasa itu ada
Sudikah Kau mengizinkan aku untuk mempelajarinya
Menikmati dan mengangungkan salah satu nikmat-Mu yaitu cinta
Takkan mungkin aku pernah merasakan manis dan pahitnya bila juga bukan karena-Mu
Tapi, hati ini pun bimbang dan kacau bila tanpa-Mu
Aku ingin menemuinya dengan izin-Mu

Comments

Popular Posts