Emang boleh?
Sebuah candaan yang seringkali terucap
Emang boleh se-lucu itu?
Dengan kalimat sederhana kau mampu membuatku bahagia
Dengan sekejap mata pula kau mampu menggores luka
Tuhan mengingatkanku akan satu hal berharga
Kefanaan rasa yang nyata yang mungkin ku lupa
Dalam sedetik hatiku bagaikan di nirwana
Sedetik kemudian ia terasa seperti di neraka
Pertanyaannya adalah
Emang boleh se-fana itu?
Ya, nyatanya memang boleh
Jika saja kita bisa melihat para malaikat tertawa mungkin saja mereka sudah lelah tertawa
Melihat tingkah kita yang kembali ke dalam lingkaran yang sama
Lingkaran fana dan nafsu manusia
Aku telah jatuh dalam kefana-an yang nyata
Membelenggu batinku pada suatu rasa yang tak ku tahu arahnya
Aku pun terlena akan rangkaian kata yang terangkai bak sempurna
Hingga dalam sekejap ia pergi begitu saja
Tidak ada satu hal nyata yang kutahu tentangnya
Tidak pula ia berkenan memberitahukannya
Bukankah sudah jelas gambaran perjalanannya
Bahwa dengan gampangnya, ia pun bisa pergi dengan begitu mudahnya
Aku pun bergumam
Semudah itukah aku percaya?
Salahkah bila ku terlalu jujur akan nya?
Tahukah ia akan perasaan ini memang benar adanya?
Atau sebodoh itu kah aku dimatanya?
Ataukah ini hanya sebuah permainan tentang rasa baginya?
Semua pertanyaanku tak bermuara pada apapun
Pada akhirnya, semua itu kembali padaku
Air mata ini menjadi saksi
Perjalananku pulang kepada-Nya
Comments
Post a Comment