Mengurai makna yang tertunda
Hari demi hari berlalu
Perasaan itu pun kian beradu
Aku tak tahu kemana asaku
Tenggelam dalam lautan ego yang kaku
Tiap hari berlalu bak sembilu
Tawa-tawa semu yang tersapu
Ibarat sebongkah gula ditengah lautan garam
Manis memang, tapi tetap saja muram
Aku berkelana tak kenal jemu
Pintu ke pintu ku ketuk
Mencari peluang penuh temu
Terkabur dalam jalan yang penuh liuk
Setiap hari ku berusaha untuk kabur
Berharap temu dengan ia yang aku mau
Tapi, kembali Tuhan mengingatkanku lembut
Sudikah aku kembali dan bersujud?
Aku ingkar akan janjiku
Aku lupa akan makna ku
Aku pun terlena akan duniaku
Aku ingin kembali kepada-Mu
Tuhan, jika ini waktu terakhirku
Ku mohon mampukan aku untuk segala hal diluar kuasaku
Izinkan aku memperoleh nikmat-Mu karena-Mu
Bolehkah aku pergi dalam balutan asma-Mu?
Comments
Post a Comment